FF - Wolf and The Beauty (Chapter 2)
YEHET~ akhirnya chapt 2 nya selesai~~ huft.. sampe keriting-keriting nih jari-jari author~
ENJOY yeth~
-------------------
“ne, ahjussi” jawab
seseorang yang dipanggil appa tadi. Setelah dia masuk, aku kaget dan mataku
terbelalak.
“mwo!? Jongin!?”
pekikku tidak percaya
pekikku tidak percaya
“annyeonghaseyo,
namaku Kim Jongin imnida” ucapnya memperkenalkan diri sembari membungkukkan
badannya.
Iya! Dia si ‘Danger’
itu! Kim Jongin!
“eoh? Minjung-ah, kau
kenal dengan Jongin?” tanya appaku.
“ne, appa. dia teman
kelasku.” jawabku agak canggung.
“ah, baguslah. Kalau
begitu tunjukkan kamarnya”
Perintah appaku.
“eh? Memangnya
kamarnya dimana?” tanyaku seperti orang bodoh.
“kamar disamping
kamarmu.” Jawab appa singkat. Sangat singkat sampai-sampai aku dibuat
terbelalak olehnya.
“mwo!? Tapi..”
pekikku.
“tidak ada
tapi-tapian” potong appaku cepat.
“heol, baiklah, ikut
aku!” ajakku dengan malas ke Jongin
-------------------
“ok, kamarmu disini”
ucapku setelah sampai di depan pintu ‘kamar’nya.
“baiklah. Gomawo
Minjung-ah~” ucapnya dengan nada terkesan nakal dengan senyuman yang membuat
aku seperti ingin meninjunya sekarang juga.
“berhentilah menggombal
dan taruh barang-barangmu di kamar. Kita akan makan malam sebentar lagi” ujarku
lalu berjalan menuruni tangga menuju ruang makan.
SKIP
“selamat makaan!”
ujarku. Sekaragn aku sedang menikmati bibimbao buatan eommaku yang sangat enak.
“eomma, bibimbap ini
enak sekali! Eomma jjang!”
Tiba-tiba Jongin
berjalan menuruni tangga lalu menuju meja makan.
“oh, Jongin-ie~ kau
pasti lapar kan? Kajja makan!” ujar eomma ku.
“eoh! Eomma! Apa-apa an dengan panggilang ‘Jongin-ie’ itu?” protesku. Tentu saja aku protes, eomma saja tidak pernah memanggilku dengan sebutan seperti ‘Jongin-ie” itu.
“eoh! Eomma! Apa-apa an dengan panggilang ‘Jongin-ie’ itu?” protesku. Tentu saja aku protes, eomma saja tidak pernah memanggilku dengan sebutan seperti ‘Jongin-ie” itu.
“eeyy,, putri tunggal
eomma cemburu~” ledek eommaku. Aku hanya bisa mengerucutkan bibirku
“eomma!” pekikku
sementara Jongin yang sekarang berada di depanku –sedang makan- ikut tersenyum.
“ya! Apa yanggg kau
tertawakan. Eoh?” bentakku
“whoa..whoa.. mss
Minjung sangat galak” ledeknya.
“ugh!” kesalku.
“aku selesai! Terima kasih
makanannya!” ucapku lalu beranjak dari dudukku untuk mencuci piringku lalu
berjalan menuju kamarku.
Sesampai di kamarku,
aku langsung merebahkan tubuhku di kasur empuk ku lalu melirik jam dindingku.
“hemm, jam setengah
sembilan” gumamku.
Merasa bosan, aku lalu
bangun dan berjalan menuju beranda kamarku untuk melihat pemandangan indah kota
seoul. Itu adalah hobiku, kadang aku keluar ke beranda untuk melihat bintang.
Saat aku sudah berada di luar,
aku merasa sangat damai. Malam ini seoul sangat indah.
“heol.. ya tuhan! Aku tak
pernah menyangka bahwa si ‘Danger’ itu.. yang sudah mencuri first kiss ku itu
sekarang tinggal serumah denganku selama… yah entahlah” aku bergumam, curhat
dengan angin malam. Agak lama aku memperhatikan langit malam ini.
“ya! Apa yang kau
lakukan di sini?” ujar seseorang. Aku berbalik…
“ugh!” dengusku.
“kau lagi” sambungku.
Aku baru ingat kalau
beranda tersambung dan hanya dibatasi pagar besi sepinggul
“kenapa kau selalu
bersikap ketus kepadaku?” tanya Jongin tiba-tiba
“karen kau telah
mencuri first kiss ku” aku menjawab tanpa pikir panjang.
“ah.. tentang itu..”
ucapnya sambil medekati pagar besi beranda di dekatku lalu ikut menatap langit.
“soal itu aku sangat
menyesal. Hanya saja.. kau terlalu menggoda” ucapnya. Membuatku tersentak
kaget.
“mwo!?” ucapku dengan
nada kesal.
“ya, kau sangat cantik”
bisiknya. Membuat darahku berdesir. Dan aku juga merasakan wajahku memanas.
“m..mwoya!? babo!”
teriakku dan berlari menuju kamarku dan membanting pintu.
“aish! Mwoya! Apa-apaan
dia!” pekikku di dalam kamar da merebahkan tubuhku di kasur, menutup wajahku
dengan bantal, dan..
“aaaaaaaaaaaak!”
pekikku di bawah bantal.
SKIP
Paginya, aku bangun
dengan kepala yang sangat berat dan pikiran yang campur aduk. Aku lalu membasuh
wajahku, menyikat gigiku, dan memakai seragam sekolahku –kemeja putih, rok
hitam, dasi, dan kaos kaki hitam se betis-. Aku lalu memoles sedikit make up,
memakai almamater biru muda ku, menyambar tas ku, lalu turun untuk sarapan.
Sesampai di sekolah, aku langsung
di sergap oleh Seulrin.
“ya! Kau ke sekolah
bersama Jongin kan?” caranya bertanya membuatku seperti pelaku kejahatan.
“sssh!!” aku segera
menutup mulutnya dengan telapak tanganku.
“akan kuberitahu, tapi
berjanjilah kau tidak akan memberitahu siapa-siapa”ujarku mengalah.
“okey!” ujar Seulrin.
SKIP
Seusai sekolah, aku
berjalan menuju parkiran sekolah dimana di sana sudah ada Jongin di dalam mobil
yang –pasti- dari tadi menungguku.
“ya! Minjung-ah!”
teriak Seulrin saat aku berjalan menuju mobilku. Di sampingya terlihat seorang namja
jangkung berdiri di sampingnya.
“oh? Seulrin-ah!
Seyung Oppa! Kalian sudah mau pulang?” sapa ku ceria karena di samping Seulrin
ada Seyung oppa, kakak Seulrin yang bisa di bilang primadona di sekolah ini.
“iya, kami berdua
sudah mau pulang” jawab Seyung oppa sopan.
“kalau begitu, kalian
boleh aku antar pulang” tawarku.
“ah, tidak usah,
Minjung-ah. Kami tidak pulang ke rumah, eommaku menyuruhku untuk singgah di
rumah salah satu kerabat” Seulrin menolak dengan halus tawaranku.
“oh, baiklah. Kalau begitu
aku pulang duluan ya” teriakku lalu berlari menuju mobil ku.
Sesampai di rumah, aku terus menerus
memanggil appa dan eomma.
“appa! eomma! Kalian di
mana?” teriakku. Aku mencari di setiap sudut rumah tapi tidak mendapatkan petunjuk
tentang di mana mereka sekarang.
DRRRRRRRRTT
Hanphone ku bergetar
membuatku merogoh kantong tas sekolahku untuk mengangkat telepon.
“yeoboseyo?
Minjung-ah!” ujar seseorang di seberang yang ternyata adalah eommaku.
“eoh? Eomma? Eomma dimana?”
tanyaku to the point.
“Minjung-ah, mianhae. Tapi
eomma harus menemani appa mu ke jepang. Appa memaksa” jawab eommaku.
“kapan kalian kembali?”
aku kembali melontarkan pertanyaan.
“mungkin tiga hari
kedepan” jawab eommaku. Setelah mendengar hal itu, aku langsung menghela nafas.
“baiklah eomma,
hati-hati ya” ujarku menutup telepon.
“eoh? Mana ahjumma dan
ahjussi?” tanya Jongin yang tiba-tiba muncul di belakangku entah sejak kapan.
“heol, eomma dan appa
ada urusan bisnis yang harus mereka selesaikan di Jepang” jelasku.
“itu artinya kita
hanya….” Ucap Jongin setengah berbisik dengan wajah yang membuatku bergidik.
“kita hanya berdua”
sambungku cepat. Aku tidak menyadari bahwa Jongin sedang tersenyum sampai…
“hah!? Mwo?? Berdua!?”
teriakku kaget. Jongin hanya tertawa.
“ya… kita hanya
berdua..” ucap Jongin mendekatkan wajahnya dan menujukkan evil smile nya.
“mwoya!?” aku memukul
kepalanya dan mendorong Jongin menjauh.
“kau jangan
macam-macam eoh!?” ancamku lalu berlari menuju kamarku di lantai dua.
Sesampai di kamarku, lagi-lagi
aku merobohkan tubuhku ke atas kasur empuk ku.
“huft! Ya Tuhan! Apa yang terjadi dengan diriku? Mengapa jika aku mataku berpandangan dengan mata Jongin perasaanku jadi aneh?” gumamku.
“huft! Ya Tuhan! Apa yang terjadi dengan diriku? Mengapa jika aku mataku berpandangan dengan mata Jongin perasaanku jadi aneh?” gumamku.
Tiba-tiba saja…….
AWOOOOOOO!
Aku tersentak dan
bangkit dari posisi tidurku menjadi posisi duduk di sisi ranjang.
“mwoya!?” suara apa
itu!?” kepalaku celingak celinguk mencari sumber suara yang sangat aku yakini
berasal dari beranda kamarku.
AWOOOOOOO!!
“itu.. bukankah… suara
SERIGALA!?”
TO BE CONTINUED~
Nah.. readers.. gimana
chapt 2 nya?
Silahkan komen ya..
kripik ato garam..
Setiap koment chingu
bakalan sangat berguna bagi author~
Kalo ceritanya gaje
dimaklumin aja yeth.. author juga lagi gaje. xD

Nextt!!!Ditungguuu ♡
ReplyDeletebah...penasan ku!! 3 nya ditunggu..
ReplyDelete