[CERPEN] Pleiades, Sang Putri Luar Angkasa



naaah~ cerpen ni gue buat waktu masih kelas 4 SD,, (sekarang udah 1 SMA) waktu itu gue lagi tertarik dengan astronomi, makanya muncul ide ini, nama tokohnya juga ada nama galaksi, bintang, ama cluster kan, jujur gue juga ga nyangka pernah buat cerita kek gini,,, :v
silakan bacaa~ 

---------------------------------------------------------------------------------------------- 
                                                                cluster Pleiades

Ada seorang anak gadis yang sangat cantik yang tinggal di sebuah desa yang bernama Desa Bintang, anak gadis itu bernama Andromeda. Andromeda adalah nama sebuah galaksi yang sangat terkenal. Ia diberi nama Andromeda karena ayahnya yang seorang ahli astronomi. Desa itu diberi nama ‘Desa Bintang’ karena di desa itu kita bisa melihat meteor dengan jelas setiap tahunnya.

Pada suatu malam, Andromeda mengajak adiknya,Orion ke gunung tempat biasa mereka bermain. Orion adalah salah satu nama nebula. Ia di beri nama seperti itu sama halnya dengan Andromeda. Mereka pergi ke gunung untuk melihat meteor tahunan di desa mereka.

Tibalah waktunya bintang jatuh itu muncul. Satu persatu meteor yang berkilauan di langit malam muncul, dan ada satu meteor yang menarik perhatian Andromeda dan Orion. Meteor itu sangat terang. Mereka memperhatikan meteor itu terus menerus dan ternyata meteor itu sampai ke Bumi. Tempatnya tidak jauh dari tanah mereka berpijak sekarang. “ hah! Orion! Tadi itu apa? Ayo kita lihat!” kata Andromeda sambil menarik tangan Orion. “he…heyy jangan menarik aku terlalu kencang… sakit tahu!” balas Orion. “aaahhh nggak usah banyak omong…ayo cepaaat!”kata Andromeda. 

Sampai di tempat jatuhnya meteor tadi, mereka bersembunyi di balik semak belukar. Mereka melihat… hah? Disana ada putri yang sangat cantik dan anggun dengan pakaian layaknya putri dengan gelang yang aneh. “hah!

Orion… siapa dia? Mengapa ada di tempat seperti ini?” kata Andromeda. “a..a..aku juga nggak tau” balas Orion

. “ HEYY…SIAPA DISANA?  perempuan itu berkata sambil memandang semak belukar yang sedikit bergoyang karena disana ada Andromeda dan Orion yang bersembunyi. Terpaksa mereka berdua keluar dari tempat persembunyiannya dengan kaki yang gemetar. “ maafkan kami…kami hanya ingin melihat meteor yang sangat terang tadi.. dan ternyata itu adalah seorang wanita yang sangat cantik dan anggun” kata Andromeda dengan bibir bergetar. “oh! Tidak apa - apa. Oh iya! Perkenalkan…namaku adalah Putri Pleiades. Aku dari kerajaan di Pleiades. Dan kalian bisa memanggilku Pleiades  saja” sapa putri itu. Andromeda melihat dengan sejenak Putri itu dari ujung kaki sampai ujung rambut. “hmm? Ada apa?” kata Putri itu. “eh..ah..mm tidak apa – apa. Oh i..iya nama saya adalah Andromeda…” kata Andromeda sambil kembali menatap Putri itu dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Dan yang paling Andromeda lihat secara teliti adalah gelang yang dipakai Putri itu. Gelang itu berwarna keperakan, besar dan seperti ada monitor diatas gelang itu “mm…ah…eh.. kalau namaku Orion” kata Orion. “wah nama kalian mirip nama benda luar angkasa ya?” kata Putri Pleiades. “eh…iya…ayah kami adalah ahli astronomi. Ngomong - ngomong namamu adalah nama dari salah Satu nama Cluster yang indah kan?” kata Andromeda. “eh iya. Karena aku putri dari Cluster itu makanya namaku Putri ‘Pleiades’.

“ kamu mau apa ke bumi?” Tanya Andromeda. “ oh! Hanya berwisata..kata orang dari kerajaanku, Bumi sangat indah. Ternyata itu benar, buktinya desa ini sangat indah. Tapi.. aku nggak punya tempat tinggal di Bumi, Bagaimana ya?” kata Putri itu. “ untuk sementara, kamu tinggal di rumahku saja ya!” Tawar Andromeda dengan sangat bersemangat.
“okay! Tapi, apa orangtuamu tidak keberatan?” Tanya Putri Pleiades. “ mungkin tidak apa – apa, sebaiknya kita ke rumahku saja dulu aku sudah kedinginan. Yuk! Orion! Dan…Pleiades! Ayoooo” kata Andromeda dengan semangat.

Sesampainya di rumah Andromeda dan Orion, Andromeda langsung mengetuk pintu rumahnya. “ibu.. aku pulaaaang” teriak Andromeda. “oh iya…selamat datang Andromeda.. selamat datang Orion…dan selamat datang………………maaf… anda siapa ya?” Tanya ibu Andromeda dan Orion. “ ibu perkenalkan... dia adalah Putri Pleiades… Putri dari kerajaan di Cluster Pleiades.” Kata Andromeda memperkenalkan Putri Pleiades. “ hah! Dari kerajaan di Cluster Pleiades?” Tanya ibunya sambil memegang kepalanya. “eh..ah.. ibu… sebaiknya kita masuk ke dalam saja.. ayo masuk” kata Andromeda sambil mengajak adik dan tamunya masuk.

Sesampainya didalam, mereka langsung diajak makan oleh ibu Andromeda. “hmmm lalu, apa kamu benar dari kerajaan yang berada di Cluster Pleiades dan pergi ke Bumi untuk berwisata? “ Tanya ibu Andromeda kepada Putri Pleiades. “iya..saya datang kesini hanya untuk berwisata. ” jawab Putri itu. Sesudah makan malam, Andromeda dan adiknya, Orion mengajak Putri Pleiades tidur di kamarnya.

Besok paginya, Andromeda membangunkan adiknya, Orion dan Putri Pleiades untuk sarapan pagi. “ Pleiades, Orion, ayo bangun, sudah pagi nih,” kata Andromeda kepada Pleiades dan Orion. “huaaammmm eh.. iya.” Kata Putri Pleiades dan Orion kepada Andromeda dengan nada yang masih mengantuk. Sesampainya di ruang makan, mereka langsung duduk di tempat masing – masing dn memperlihatkan kursi tempat Putri Pleiades duduk. “Pleiades, kamu duduk di sini saja ya” kata Andromeda kepada Putri Pleiades. “iya, baiklah” balas Putri Pleiades. “oh, ya, ayahmu ada dimana?”
kata Putri Pleiades kepada Andromeda yang sedang menyuap nasi ke mulutnya. “oh, ayahku dari kemarin ada di planetarium di kota dekat sini. Katanya dia sedang menyelidiki sesuatu” balas Andromeda sambil terus menyuap nasi ke mulutnya. “ooooohhhh begitu” balas Putri Pleiades lagi. “mm oh ya! Dari kemarin aku penasaran sekali dengan gelangmu yang besar itu.” Kata Andromeda kepada Putri Pleiades. “ooh, gelang ini adalah tanda bahwa aku adalah anggota kerajaan” balas Putri Pleiades lagi. “oooh begitu.” Kata Andromeda.

Sesudah makan, mereka lalu pergi bermain di gunung tempat mereka pertama kali bertemu. Setelah itu, mereka pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, mereka diajak jalan – jalan oleh ibu Andromeda. Mereka diajak keliling desa. Ke tempat penjual souvenir, barang – barang antik, dan masih banyak tempat yang mereka kunjungi sampai hari sudah malam.

Setelah sampai dirumah, mereka memasak makanan yang enak menggunakan bahan – bahan yang dibelinya di pasar tadi lalu mereka makan malam bersama. Sampai tidak terasa Putri Pleiades sudah 1 bulan di Bumi. Mereka semakin akrab.

Suatu siang Putri Pleiades, Andromeda, dan Orion berada di gunung tempat mereka biasa bermain. Mereka berpencar untuk mencari jamur. Lalu, pada saat mereka sudah berpencar. Saat Putri Pleiades berada lumayan jauh dari Andromeda dan Orion, gelang Putri Pleiades berbunyi, “ Tiiiiitt….tiiiiiit….” “ hah! Ini panggilan dari kerajaan,” kata Putri Pleiades. Dan Putri Pleiades melepas gelangnya dan gelang itu berubah menjadi alat komunikasi seperti handphone tapi bermonitor. “ halo! Oh ini ayah? Ada apa ayah?” kata Putri Pleiades “ hei! Pleiades! Kamu sudah lupa dengan misi kamu!? Misi kamu adalah menculik manusia Bumi!!!” balas lelaki tua yang ada di dalam telepon aneh berbentuk gelang itu sambil marah – marah. “ ah!
Maaf ayah, aku lupa! Hehehehe… maklum, disini enak sekali. Kita bisa jalan – jalan ke pasar, toko – toko, dan masih banyak lagi ayah!” balas Putri Pleiades dengan wajah berseri – seri di monitor itu. “ kita? Maksudmu siapa?” Tanya lelaki tua yag ada di layar monitor gelang aneh itu.” Apa kamu sedang bersama seseorang!? Apa kamu berteman dengan orang Bumi!?” tanya lelaki tua itu. “ eh? Iya aku berteman dengan seorang anak desa sini namanya Andromeda dan Orion” balas Putri Pleiades. “eh? Namanya mirip Nebula dan Cluster di luar angkasa. Mungkin mereka adalah Putri atau Pangeran dari kerajaan lain yang ingin menguasai Bumi lebih dulu!?” kata lelaki tua itu. “ oh! Tidak ayah, mereka bersaudara, mereka diberi nama seperti itu karena ayahnya yang seorang ahli astronomi.” Balas Putri Pleiades. “lalu! misimu untuk menculik orang Bumi bagaimana?” Tanya lelaki tua itu. “maaf ayah, aku tidak bisa, orang Bumi sangat baik dan ramah.” Balas Putri Pleiades lagi. “ hah! Berani – beraninya kamu Pleiades! Masa Cuma karena orang – orang bumi yang ramah kamu gagal dalam misi ini! Kalau begitu, ayah dan pengawal ayah akan berangkat ke Bumi!” kata lelaki tua itu ( ayah Putri Pleiades ). “jangan ayah! Kumohon berhentilah ingin menculik orang Bumi! Pleiades mohon!” kata Putri Pleiades memohon. “ tidak bisa! Ayah harus berhasil menculik manusia bumi. Dengan mempelajari gen manusia bumi, yang kelak akan dipakai untuk menaklukkan Bumi!.” Balas lelaki tua itu dan dia pun hilang dari monitor gelang komunikasi.
Putri Pleiades memanggil Andromeda dan Orion. “Andromeda! Orion! Dimana kalian?” panggil Putri Pleiades. “ ya! Kami disini!” balas Andromeda dan Orion sambil keluar dari semak – semak. “ ada apa, Pleiades?” Tanya Andromeda. “ begini, aku mau minta maaf karena aku telah berbohong kepada kalian dan mengatakan yang sebenarnya…” kata Putri Pleiades. “ hah? Bohong? Bohong kenapa?” Tanya Andromeda. “ begini… sebenarnya
aku datang ke Bumi karena aku disuruh ayahku untuk menculik manusia Bumi…” kata Putri Pleiades. “hah! Jadi kamu datang kesini bukan untuk berwisata?” Tanya Andromeda sambil perlahan – lahan menjauh. “bukan, aku disuruh ayahku ke Bumi untuk menculik manusia Bumi. Dan gelang ini, sebenarnya ini adalah alat komunikasi yang tersambung ke kerajaan
Pleiades!” kata Putri Pleiades sambil memperlihatkan gelang komunikasinya. “tidak! Kamu tidak bisa menculik kami! Selama ini kamu tinggal di rumah kami… aku kira kamu adalah Putri yang baik, ternyata kamu adalah Putri yang jahat!” teriak Andromeda kepada Putri Pleiades. “ tidak begitu… aku kesini memang ingin menculik kalian! Tapi… karena aku sudah cukup lama tinggal di desa ini… aku jadi sayang sama kalian.” Kata Putri Pleiades. “jadi? Bagaimana dengan Bumi?” Tanya Andromeda kepada Putri Pleiades. “mungkin, kita bisa memikirkan suatu cara agar ayahku tidak jadi menculik manusia Bumi.”kata Putri Pleiades. “ya! Mungkin saja bisa!” balas Andromeda. Mereka pun kembali ke rumah Andromeda untuk memikirkan ide untuk menghalang ayah Putri Pleiades menculik manusia Bumi. “ mungkin kita bisa berkomunikasi dengan ayahku menggunakan gelang ini dan berbicara dengannya!” kata Putri Pleiades tiba – tiba. “bagus juga tuh idemu Pleiades! Tapi.. aku takut berbicara dengan ayahmu… karena aku manusia Bumi mungkin ayahmu akan murka.” Kata Andromeda dengan wajah menunduk. “iya juga sih… kalau begitu… ayo kita piker ide yang lain saja” balas Pleiades dengan jari telunjuk di dagunya. “ya sudah, kita pikirkan lagi besok, kita ‘kan perlu istirahat. Lagipula… aku sudah capek nih!” kata Pleiades sambil menguap.

Keesokan harinya mereka pergi bermain lagi di bukit gunung, mereka kali ini mereka sedang bermain petak umpet. Saat Putri Pleiades sedang bersembunyi, tiba – tiba gelang Putri Pleiades berbunyi lagi bertanda ada
panggilan lagi dari kerajaan Pleiades. “um, ya, ada apa ayah?” Tanya Putri Pleiades kepada ayahnya di monitor gelang itu. “ begini, ayah akan segera berangkat ke Bumi, dan kamu harus siap karena kita akan menculik manusia Bumi. Mungkin, sampainya besok atau minggu depan” kata ayah Putri Pleiades. “ayaaaah… tolong, berhentilah berniat begitu, kumohon ayah… kalau ayah lakukan itu, Pleiades tidak akan pulang ke kerajaan dan akan tetap membela Bumi. Bagaimana pun caranya” mohon Putri Pleiades sambil terisak isak. “ kalau ayah bilang tidak bisa berhenti, ya tidak bisa berhenti. Bagaimana pun caranya, ayah akan tetap menjalankan niat itu” balas ayah Putri Pleiades. “ ayah begitu kejam! Aku akan meakukan apa saja untuk ayah tetapi tolong jangan menculik manusia Bumi!” kata Putri Pleiades sambil terus terisak. Ayah Putri Pleiades yang mendengar hal itu langsung sadar bahwa anaknya seserius itu terhadap manusia Bumi dan bahkan sudah sayang terhadap manusia Bumi. Dan langsung mematikan alat komunikasinya. “ayah! Tolong! Jangan lakukan ayah! Ku…ku…kumohon ayah!!!!” kata Putri Pleiades.
Setelah kejadian itu, Putri Pleiades memanggil Andromeda dan Orion lagi dan bebicara kepada mereka semua yang telah terjadi.

Keesokan harinya,mereka pergi belanja ke pasar. Sepulangnya, mereka melihat kakek tua berada di depan rumah mereka yang sedang merintih kesakitan. “ ada apa kek?” Tanya Andromeda. “ kakek belum makan dari kemarin. Dan kakek lapar sekali.” Balas kakek tua itu.pada saat itu Putri Pleiades agak curiga dengan kakek tua itu dan terus mengawasinya.” Kalau begitu… kakek masuk saja, kebetulan kami sedang ingin memasak makanan.” Kata Andromeda kepada kakek itu sambil mempersilahkan kakek itu masuk ke ruang tamu bersama Putri pleiades. Kakek itu terus memperhatikan Andromeda. “ada apa kek?” Tanya Putri Pleiades kepada kakek itu yang
terus memperhatikan Andromeda. “oh! Tidak apa – apa nak, kakek hanya memperhatikan gadis itu, biasanya gadis itu memang sering membantu orang ya?” Tanya kakek itu kepada Putri Pleiades. “ hm? Andromeda ya? Oh iya, dia memang sering membantu orang yang sedang kesusahan. Saya juga pernah dibantu olehnya waktu aku baru mendarat di Bum.. oh maaf aku salah bicara. Maaf ya!” kata Putri Pleiades dengan suara tertahan. “ mendarat? Maksudnya mendarat itu apa?” Tanya kakek itu. “oh! Tidak apa – apa jangan dipirkan ya!” balas Putri Pleiades kepanikan.

Tak lama kemudian, “ makanan sudah siaaappp” teriak Andromeda kepada Putri Pleiades. ” oh iya! Aku akan segera ke ruang makan!” balas Putri Pleiades. “kek makanannya sudah jadi, ayo kita masuk ke rung makan!” ajak Putri Pleiades kepada kakek itu sambil mempersilahkan kakek itu lebih dulu. “ oh ya kek, kakek dari mana?” Tanya Putri Pleiades. “ kakek dari desa sebelah, kakek diusir dari desa karena masyarakat desa sebelah mengira kakek membunuh salah satu warga, padahal bukan kakek, salah satu warga itu hanya terjatuh di jurang karena terpeleset di kebun kakek.” Kata kakek itu sambil menyuap nasi dengan lahapnya. “lho, kenapa kakek yang diusir? Bukannya salah warga itu, kenapa juga, orang itu ada di kebun kakek?” Tanya Orion. “iya,sih tapi kakek tidak berani karena kakek sudah tua” kata kakek itu sambil merunduk. “kasian kakek, kalau begitu, kakek tinggal di rumah kami saja” kata Andromeda.” Boleh ya bu,” mohon Andromeda kepada ibunya. “ iya, iya, boleh saja” balas ibu Andromeda.

Malamnya, saat semua sudah tidur, Putri Pleiades bangun untuk menghubungi ayahnya untuk menghilangkan rasa curiganya terhadap kakek itu. “Tiiit tiiit’’ pada saat Putri Pleiades sedang menghubungi muncul suara yang sama dengan alat komunikasinya “tiiit tiiittt” suara itu cukup dekat. Putri Pleiades mencari sumber suara itu dan ternya menuju ke kamar kakek 

tua itu. Ketika Putri Pleiades ingin melihat ke dalam kamar yang dipakai tidur oleh kakek itu, Putri Pleiades melihat kakek tua itu mengambil sesuatu dari sakunya dan ternyata itu adalah gelang komunikasi yang sama dengan kepunyaan Putri Pleiades. Putri Pleiades sangat terkejut karena gelang itu hanya dimiliki oleh orang yang ada di kerajaan. “ hah! Jangan – jangan kakek itu…” gumam Putri Pleiades sambil mematikan gelang komunikasinya. Dan ketika Putri Pleiades ingin berbalik ke kamarnya, Putri Pleiades terbentur di kursi sofa. “JDUKK” Putri Pleiades merintih kesakitan “ aduuuhhh” dan ketika Putri Pleiades ingin berbalik ke arah kamar kakek tua itu untuk memastikan, ternyata kakek tua itu sudah berada di depannya. “ ka…ka…kakek jangan – jangan ayah ya?” Tanya Putri Pleiades kepada kakek itu “benar, Pleiades, ini ayah.” Jawab kakek tua itu yang ternyata adalah ayah Putri Pleiades. “ayaaaaah!!!” teriak Putri Pleiades sampai membangunkan yang lainnya. Tiba – tiba lampu di ruang tamu menyala dan yang menyalakannya adalah Andromeda. “huaaaahhhh ada apa?” Tanya Andromeda sambil menguap. Pada saat itu ayah Putri Pleiades merubah kembali wujudnya menjadi seorang Raja. “hah!!!!!!!” pekik ibu Andromeda. “ si…si…siapa dia?” Tanya ibu Andromeda. “ perkenalkan, saya adalah ayah dari Putri Pleiades ini” jawab ayah Putri Pleiades sambil menunjuk Putri Pleiades. “ayah! Jadi ayah masih ingin menculik manusia Bumi?” Tanya Putri Pleiades kepada ayahnya. “ memang dulu ayah berniat begitu. Tapi, ayah sudah melihat sikap Andromeda yang sangat baik hati. Jadi ayah tidak jadi berniat begitu.” Jawab ayah Putri Pleiades. “horeeeee!!!! Andromeda, Orion, Bumi tidak dalam bahaya lagi, sekarang, kamu dan teman – teman lain tidak usah cemas lagi! “ kata Putri Pleiades kepada Andromeda dan Orion. “hah! Benarkah? Kalau begitu… syukurlah” balas Andromeda sambil memeluk Putri Pleiades. “ kalau begitu, Pleiades, kita harus pulang ke kerajaan Pleiades.” Kata ayah Putri Pleiades. “ haruskah sekarang ayah?” Tanya Putri Pleiades.” Iya, harus sekarang” jawab ayah Putri Pleiades. “kalau begitu… sampai jumpa lagi ya! Andromeda, Orion, bibi, sampai… jumpa” kata Putri Pleiades kepada keluarga itu sambil menangis. “ iya… sampai jumpa”  balas Andromeda dan orion sambil menangis juga. Putri Pleiades dan ayahnya lalu pergi ke bukit tempat ayahnya menaruh pesawatnya. “kalau begitu… sampai jumpa dan terima kasih atas semua bantuannya ya!” kata Putri Pleiades kepada Andromeda.”iya… sama – sama” balas Andromeda dan keluarganya sambil melambaikan tangan kepada Putri Pleiades.
Keesokan harinya keluarga Andromeda kembali menjalankan hari – harinya seperti semula lagi.


~~~     END      ~~~

Comments

Post a Comment

Popular Posts